Padang, 2025 – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui tim dosen dan mahasiswa berhasil melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2025 dengan tema “Penerapan Inovasi Teknologi Pengupas dan Pemipil Jagung dalam Mendukung Efisiensi Usahatani”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang difokuskan pada peningkatan kualitas produk dan keberlanjutan usaha tani.
Tim pelaksana yang diketuai oleh Dr. Bulkia Rahim, M.Pd.T bersama anggota Drs. Jasman, M.Kes dan Cici Andriani, S.Pd., M.Pd, serta dukungan mahasiswa, bekerja sama dengan Kelompok Tani Badunsanak di Nagari Asam Kamba, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan.

Hasil Rancangan dan Penerapan Mesin Inovatif
Dalam program ini, tim berhasil merancang dan memproduksi Mesin Pengupas dan Pemipil Jagung yang diuji coba di Workshop Fabrikasi Fakultas Teknik UNP. Berdasarkan pengujian pada tiga variasi kecepatan mesin (1.500 rpm, 1.750 rpm, dan 2.000 rpm) dengan daya 8 Hp, diperoleh hasil:
- Efisiensi waktu proses meningkat, dari rata-rata 6,6 detik (1.500 rpm) menjadi 5,6 detik (2.000 rpm) per 10 kg jagung.
- Kapasitas hasil biji jagung mencapai 5,5–6,7 kg dengan pemisahan tongkol dan daun lebih optimal.
- Kecepatan angin blower meningkat hingga 55 m/s yang mendukung proses pemisahan lebih cepat.
Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan mesin inovatif dapat mempercepat proses produksi, menghemat tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi pascapanen jagung.
Pelatihan Operasional dan Perawatan Mesin
Selain pembuatan mesin, tim juga memberikan pelatihan penggunaan dan perawatan mesin kepada 20 anggota kelompok tani. Berdasarkan evaluasi, tingkat keterampilan masyarakat dalam mengoperasikan mesin memperoleh nilai rata-rata 93,5 dan keterampilan perawatan mesin mencapai 94,5. Hasil ini dikategorikan sangat baik, menandakan masyarakat mampu mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri.
Berikut grafik kemampuan Keterampialan dan Perawatan Mesin oleh masyarakat.

Pelatihan Administrasi dan Pencatatan Produksi
Untuk mendukung keberlanjutan usaha, tim melaksanakan pelatihan pencatatan hasil produksi yang bertujuan meningkatkan keterampilan administrasi petani. Peserta dilatih untuk mencatat hasil panen, biaya operasional, dan keuntungan bersih secara sederhana namun sistematis. Pelatihan ini meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya manajemen usaha, sehingga mereka dapat lebih mudah melakukan evaluasi kinerja dan merencanakan strategi pengembangan ke depan.
Peningkatan yang Dicapai
Melalui kegiatan ini, beberapa peningkatan nyata dapat dicatat:
- Efisiensi waktu produksi meningkat hingga 90% dibanding cara manual.
- Kualitas hasil pemipilan jagung lebih baik, dengan biji terpisah rapi dari tongkol.
- Keterampilan operasional dan perawatan mesin petani meningkat signifikan dengan rata-rata kategori “sangat baik”.
- Kemampuan administrasi usaha tani berkembang, mendukung pengelolaan usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap Pertanian Berkelanjutan
Ketua tim, Dr. Bulkia Rahim, M.Pd.T., menyampaikan bahwa penerapan teknologi tepat guna seperti ini diharapkan mampu memberikan dampak luas terhadap peningkatan kualitas produk jagung sekaligus mendukung keberlanjutan usaha tani di daerah.
“Kami berharap teknologi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani sehingga produktivitas meningkat, biaya produksi lebih efisien, dan daya saing jagung lokal semakin kuat,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Negeri Padang dalam mendukung pengembangan pertanian berbasis teknologi melalui sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat.
Sebagai penutup, Tim Pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang telah mendukung program ini melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Dukungan ini menjadi fondasi penting dalam keberhasilan kegiatan pengabdian untuk pemberdayaan masyarakat tani di Pesisir Selatan.
